BPPT: e-KTP Indonesia Lebih Canggih dari Malaysia
Telah dibekali teknologi lebih anyar, yaitu contactless.
Indonesia baru saja melakukan
pemutakhiran teknologi di data penduduknya. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
yang konvensial mulai diganti oleh KTP elektronik (e-KTP), yang sudah
ditanamkan chip di dalamnya. Chip itu memuat data-data personal tiap
penduduk.
Menurut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), blanko e-KTP berbentuk kartu pintar atau smart card. Blanko ini terdiri dari tujuh lapis yang berbahan dasar Polyethylene Terephthalate Gly (PET-G) yang berukuran 85,60 x 53,98 milimeter dan ketebalan antara 0,76 sampai 1 milimeter. Relatif sangat tipis.
Pada lapisan tengah e-KTP, terdapat sebuah chip atau kartu pintar berbasis mikroprosesor yang bisa menampung 8 KiloBytes (KB) data. Meski kecil, data itu cukup untuk menyimpan biodata, tanda tangan, pas foto, dan dua sidik jari.
Menurut Gembong S Wibowanto, Kepala Program Penelitian dan Perekayasa e-KTP dari BPPT, e-KTP sudah memiliki tiga fitur keamanan untuk mengidentifikasi pemiliknya, serta fitur daya tahan terhadap tekanan, temperatur panas dan dingin, bahan kimia tertentu, dan lainnya.
"Teknologi biometrik juga diterapkan di e-KTP. Fungsinya untuk mengidetifikasi ketunggalan identitas penduduk dari hasil rekaman data penduduk, yang ada di data center e-KTP Kementerian Dalam Negeri," kata Gembong, saat dijumpai di kantor BPPT.
Ke depan, teknologi e-KTP akan diperbaharui untuk mengoptimalisasi layanan administrasi pemerintahan dan layanan publik secara elektronik.
"Nantinya, teknologi kartu pintar pada e-KTP memiliki multifungsi, seperti dapat digunakan untuk Jaminan Kesejahteraan Sosial, kartu subsidi BBM, Kartu Bantuan Langsung Tunai, Kartu Debet, dan fungsi-fungsi lainnya," ujar Gembong.
Teknologi Contactless
Teknologi e-KTP milik Indonesia juga tidak kalah dengan negara-negara lain. Menurut Mohammad Mustafa Sarinanto, Kepala Bidang Sistem Elektronika BPPT, sistem e-KTP Indonesia sudah menggunakan contactless dalam hal perekaman atau pembacaan via card reader.
"Artinya, cukup meletakkan e-KTP di card reader agar terbaca chipnya. Sementara milik Malaysia tidak menggunakan teknologi contactless dan harus dimasukkan ke card reader dahulu, seperti kartu ATM," ujar Mustafa.
Namun begitu, dia menambahkan, untuk masalah kecanggihan e-KTP tidak bisa dibanding-bandingkan dengan negara lain. Semua disesuaikan dengan kebutuhan dan berdasarkan teknologi terbaru.
"Malaysia tidak menggunakan teknologi contacless, karena pada saat itu belum ada teknologi itu. Jika mereka ingin menggunakan teknologi contactless biayanya sangat malah, karena perlu mengubah infrastruktur," kata Mustafa. (eh)
Menurut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), blanko e-KTP berbentuk kartu pintar atau smart card. Blanko ini terdiri dari tujuh lapis yang berbahan dasar Polyethylene Terephthalate Gly (PET-G) yang berukuran 85,60 x 53,98 milimeter dan ketebalan antara 0,76 sampai 1 milimeter. Relatif sangat tipis.
Pada lapisan tengah e-KTP, terdapat sebuah chip atau kartu pintar berbasis mikroprosesor yang bisa menampung 8 KiloBytes (KB) data. Meski kecil, data itu cukup untuk menyimpan biodata, tanda tangan, pas foto, dan dua sidik jari.
Menurut Gembong S Wibowanto, Kepala Program Penelitian dan Perekayasa e-KTP dari BPPT, e-KTP sudah memiliki tiga fitur keamanan untuk mengidentifikasi pemiliknya, serta fitur daya tahan terhadap tekanan, temperatur panas dan dingin, bahan kimia tertentu, dan lainnya.
"Teknologi biometrik juga diterapkan di e-KTP. Fungsinya untuk mengidetifikasi ketunggalan identitas penduduk dari hasil rekaman data penduduk, yang ada di data center e-KTP Kementerian Dalam Negeri," kata Gembong, saat dijumpai di kantor BPPT.
Ke depan, teknologi e-KTP akan diperbaharui untuk mengoptimalisasi layanan administrasi pemerintahan dan layanan publik secara elektronik.
"Nantinya, teknologi kartu pintar pada e-KTP memiliki multifungsi, seperti dapat digunakan untuk Jaminan Kesejahteraan Sosial, kartu subsidi BBM, Kartu Bantuan Langsung Tunai, Kartu Debet, dan fungsi-fungsi lainnya," ujar Gembong.
Teknologi Contactless
Teknologi e-KTP milik Indonesia juga tidak kalah dengan negara-negara lain. Menurut Mohammad Mustafa Sarinanto, Kepala Bidang Sistem Elektronika BPPT, sistem e-KTP Indonesia sudah menggunakan contactless dalam hal perekaman atau pembacaan via card reader.
"Artinya, cukup meletakkan e-KTP di card reader agar terbaca chipnya. Sementara milik Malaysia tidak menggunakan teknologi contactless dan harus dimasukkan ke card reader dahulu, seperti kartu ATM," ujar Mustafa.
Namun begitu, dia menambahkan, untuk masalah kecanggihan e-KTP tidak bisa dibanding-bandingkan dengan negara lain. Semua disesuaikan dengan kebutuhan dan berdasarkan teknologi terbaru.
"Malaysia tidak menggunakan teknologi contacless, karena pada saat itu belum ada teknologi itu. Jika mereka ingin menggunakan teknologi contactless biayanya sangat malah, karena perlu mengubah infrastruktur," kata Mustafa. (eh)
Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Total Tayangan Halaman
Diberdayakan oleh Blogger.
Translate
Popular Posts
-
Harga Corsair Voyager GT Turbo (Liliputing) yang merupakan flash disk baru terbaik akhirnya bisa diketahui. Corsair menawarkan flash...
-
techspot.com Seakan tak sabar menunggu hingga ajang Mobile World ...
-
Khouz News Memiliki jet tempur "siluman" yang tak terd...
-
Hingga awal tahun 2013, ada empat smartphone terbaik dari beragam sistem operasi yang telah dirilis ke pasar. Apple masih mengandal...
-
Prosesor Nvidia Tegra 4 terbaru ternyata bukan menjadi satu-satunya produk anyar dari Nvidia di ta...
-
Indonesia patut bangga atas hadirnya tablet yang satu ini. Relion RealPad P700 10 adalah sebuah tablet ya...
-
Anda capek dan ingin memperoleh pijatan yang berkualitas, kini tak perlu datang ke tukang pijat. Anda bisa menggunakan sebuah rob...
-
Ilustrasi (Foto: Crimeblog.dallasnews) JAKARTA - B...
-
Sebagai bentuk dedikasi dan pengembangan Youtube untuk platform Android, kabarnya Google baru saja meggulirkan Youtube Android ...
Blog Archive
-
▼
2013
(103)
-
▼
Mei
(14)
- BPPT: e-KTP Indonesia Lebih Canggih dari Malaysia
- Calon "Superstar" Google di Masa Depan
- Bagaimana Rasanya Kerja di Facebook?
- Remaja 18 Tahun Ciptakan Baterai "30 Detik"
- Internet Butuh Tombol "Delete"
- Canon Rilis 3 Kamera Saku "Hemat Baterai"
- Bermain Video Game bisa Tingkatkan Kemampuan Kogni...
- Video Game 3D Mario Terbaru Untuk Wii U Bakal Diri...
- Amerika Ciptakan Sebuah Robot Ubur-ubur untuk Kegi...
- i-limb Ultra Revolution, Tangan Palsu Pintar yang ...
- Google Glass Bisa Dipakai Orang Berkacamata
- Kacamata Pintar Google Dipastikan Pakai Android
- Google Glass Bisa Merusak Mata
- Ini Bedanya Pengguna Tablet di Indonesia
-
▼
Mei
(14)
Blogger news
Blog Archive
-
▼
2013
(103)
-
▼
Mei
(14)
- BPPT: e-KTP Indonesia Lebih Canggih dari Malaysia
- Calon "Superstar" Google di Masa Depan
- Bagaimana Rasanya Kerja di Facebook?
- Remaja 18 Tahun Ciptakan Baterai "30 Detik"
- Internet Butuh Tombol "Delete"
- Canon Rilis 3 Kamera Saku "Hemat Baterai"
- Bermain Video Game bisa Tingkatkan Kemampuan Kogni...
- Video Game 3D Mario Terbaru Untuk Wii U Bakal Diri...
- Amerika Ciptakan Sebuah Robot Ubur-ubur untuk Kegi...
- i-limb Ultra Revolution, Tangan Palsu Pintar yang ...
- Google Glass Bisa Dipakai Orang Berkacamata
- Kacamata Pintar Google Dipastikan Pakai Android
- Google Glass Bisa Merusak Mata
- Ini Bedanya Pengguna Tablet di Indonesia
-
▼
Mei
(14)

0 komentar:
Posting Komentar